Stunting merupakan kondisi saat anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya atau bisa disebut anak memiliki tinggi di bawah standar. Bukan hanya tubuh pendek, stunting bisa berdampak buruk pada anak. Ingin tahu apa saja bahaya stunting pada anak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Tips Menambah Berat Badan Anak yang Dapat Moms Coba

Apa Penyebab Stunting pada Anak?

1. Berat badan bayi yang rendah saat lahir 

Bayi akan dikatakan memiliki berat badan rendah apabila beratnya kurang dari 1,5 kg. Kondisi bayi dengan berat yang rendah memungkinkan ia mengalami masalah kesehatan dan cenderung menjadi stunting.  Salah satu faktor yang mempengaruhi hal ini yaitu karena status gizi yang buruk pada Moms sebelum dan selama kehamilan. Postur tubuh ibu hamil yang memiliki tinggi di bawah rata-rata juga dapat menyebabkan pertumbuhan janin menjadi terhambat hingga kelahiran. 

2. Kurang bersihnya lingkungan sehingga anak terkontaminasi bakteri 

Penyebab stunting pada anak yang kedua yaitu karena kurangnya kebersihan di lingkungan sehingga menyebabkan anak-anak terkontaminasi bakteri yang dapat mengarah ke infeksi usus. Selain itu, anak yang sering mengalami penyakit berulang seperti diare karena lingkungan kotor juga bisa dikaitkan dengan stunting. Peliharalah kebiasaan sehat di rumah seperti menjaga kebersihan lingkungan serta rajin mencuci tangan untuk menghindari stunting

3. Kurangnya asupan bernutrisi untuk janin selama kehamilan

Selama bayi masih di dalam kandungan, kebutuhan gizinya harus terpenuhi hingga ia dilahirkan dan tumbuh besar. Apabila Moms yang sedang hamil kurang mengonsumsi asupan bernutrisi seperti protein, kalsium, asam folat, omega-3, serta zat besi maka dapat melahirkan anak yang kekurangan gizi.

4. Tidak melakukan imunisasi pada anak 

Penyebab stunting pada anak yang selanjutnya yaitu karena terjadinya infeksi berulang. Imunisasi bermanfaat untuk menstimulasi sistem imun dalam membentuk antibodi yang akan mencegah anak dari resiko terjadinya infeksi. 

Jika sejak kecil anak sudah melewatkan imunisasi, maka saat terkena suatu penyakit ia akan mengalami perubahan seperti tidak memiliki nafsu makan. Dan jika kebutuhan gizinya tidak tercukupi dengan baik, kemungkinan besar hal ini menghambat pertumbuhan serta kecerdasannya yang mana mengakibatkan stunting

5. Tidak mendapatkan ASI ekslusif

Pemberian ASI eksklusif pada anak 6 bulan pertama akan memberikannya perlindungan dari infeksi gastrointestinal. Infeksi ini mampu menyebabkan malnutrisi parah. Dan jika tidak diberikan ASI sejak lahir, anak akan kekurangan gizi dan sistem kekebalan sehingga berakhir menyebabkan stunting

Nah, agar terhindar dari bahaya stunting pada anak, Moms bisa memperbaiki pola makan serta mencukupi kebutuhan gizi selama masa kehamilan. 

Baca juga: Berapakah Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak 6-12 Tahun?

Apa Saja Gejala Stunting pada Anak?

1. Bertubuh pendek

Anak stunting akan memiliki tubuh tinggi yang pendek jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Namun, meskipun begitu, perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang bertubuh pendek mengalami stunting, ya. Apabila Moms merasa telah memberikannya asupan terbaik tetapi anak tetap memiliki tubuh pendek, bisa jadi kondisi ini dipengaruhi oleh hal lainnya. 

2. Sering sakit

Gejala stunting pada anak yang selanjutnya yaitu menurunnya fungsi kekebalan tubuh karena tubuh yang kurang nutrisi dalam kurun waktu panjang. Anak dengan kekebalan tubuh yang rendah akan lebih sering sakit yang disebabkan oleh infeksi, seperti diare, muntah, demam, dan penyakit lainnya. 

3. Kemampuan kognitif menurun

Gejala stunting pada anak yang paling mengkhawatirkan yaitu kemampuan kognitif yang menurun. Gejala ini ditandai dengan IQ anak yang rendah hingga dikategorikan pada retardasi mental. Selain itu, bisa juga ditandai dengan hambatan dalam perkembangan anak seperti belum bisa mengucap kata pada usia 2 tahun. 

4. Bertambah Gemuk

Stunting pada anak juga bisa ditandai dengan anak yang bertambah gemuk. Anak yang stunting akan mengalami gangguan sistem endokrin tubuh yang mana mempengaruhi metabolisme lemak. Hal ini akan membuat ia menjadi lebih mudah gemuk karena metabolisme lemaknya terganggu. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Stunting?

Setelah mengetahui penyebab dan gejalanya, berikut ini cara untuk mengetahui stunting pada anak: 

1. Rutin mengukur tinggi badan 

Cara mudah untuk mengetahui anak stunting yaitu dengan rutin mengukur tinggi badannya. Caranya yaitu dengan kurva tinggi menurut usia oleh WHO Child Growth Standards. Moms bisa memperoleh kurva ini dari situs WHO atau pada buku kesehatan anak. 

2. Memantau pertumbuhan anak

Cara mengetahui stunting pada anak juga dapat dilihat dari pertumbuhannya. Pantau pertumbuhan anak secara berkala, biasanya sebulan sekali pada saat imunisasi. Saat memantau pertumbuhannya, ukurlah tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepalanya. Ketika memantau perkembangannya, Moms bisa mengacu pada tabel perkembangan bayi yang dapat diperoleh dari buku kesehatan atau berbagai situs. 

3. Anak bertubuh pendek belum berarti stunting

Setiap anak memiliki pertumbuhan yang berbeda karena faktor yang mempengaruhi pun berbeda, seperti faktor genetik. Anak dengan postur tubuh yang pendek dari anak-anak seusianya bukan berarti anak tersebut mengalami stunting, ya. Yang perlu Moms khawatirkan yaitu jika berat dan panjang anak tidak sesuai alur kurva sebelumnya, maka ia beresiko mengalami stunting.

Baca juga: Daftar Makanan Penambah Tinggi Badan untuk Anak 

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Karena kondisi stunting pada anak tidak bisa ditangani lagi apabila ia sudah menginjak 2 tahun, kuncinya yaitu Moms perlu mengetahui bagaimana cara pencegahannya. Berikut ini beberapa cara yang dapat Moms lakukan agar anak terhindar dari stunting

1. Memperhatikan kondisi kehamilan 

Ketika sedang hamil, Moms akan disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter. Selain itu, Moms juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi asupan mineral, seperti asam folat, zat besi, serta yodium, ya!

2. Menerapkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) 

Cara mencegah stunting pada anak yang selanjutnya yaitu dengan menerapkan IMD atau inisiasi menyusui dini. Setelah si kecil lahir, lakukanlah IMD agar Moms berhasil menjalankan ASI eksklusif. Selain itu, lakukan juga pemeriksaan secara berkala ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau posyandu. Ini dilakukan agar dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan si kecil. 

3. Melakukan imunisasi

Agar anak terhindar dari berbagai penyakit, lakukanlah imunisasi secara rutin sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah. 

4. Memberikan ASI eksklusif

Cara mencegah stunting pada anak yang selanjutnya yaitu dengan memberikannya ASI eksklusif hingga ia berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan pemberian MPASI yang bergizi seimbang. 

5. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat

Yang terakhir, untuk mencegah stunting pada anak, Moms harus menerapkan pola hiduo yang bersih dan juga sehat. Misalnya seperti menerapkan kebiasaan rutin mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Selain itu, pastikan juga air yang diminum adalah air yang bersih. 

Bahaya stunting pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya hingga ia besar nanti. Oleh karena itu, hal yang perlu Moms lakukan adalah mencegahnya terjadi dengan melakukan 5 tips yang sudah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Ketahui Tips untuk Membuat Anak Tinggi

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like