Moms mungkin sudah sering mendengar bahwa salah satu bahaya yang mengintai anak yang kekurangan gizi adalah si kecil akan terkena kondisi stunting. Tanda-tanda anak stunting yang mudah terlihat adalah tinggi badan si kecil akan jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusia mereka.

Kekurangan gizi krosnis sejak si kecil dalam kandungan hingga masa-masa awal kelahiran adalah penyebab utama anak bisa mengalami stunting. Kondisi tersebut umumnya akan terlihat sesudah anak berusia dua tahun keatas. Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Moms mengenali dan mewaspadai gejala dan tanda-tanda anak stunting.

Gejala dan tanda-tanda anak stunting

Jika si kecil mempunyai postur yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya, Moms tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa anak memang menderita stunting. Bisa jadi memang tinggi badan anak lebih pendek dikarenakan faktor genetik atau keturunan.

Untuk mendapatkan kepastian, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter mengenai ukuran tinggi badan yang termasuk ke dalam standar normal atau memang sudah ke dalam kategori anak stunting.

Selain itu, Moms juga bisa melihat apakah ada tanda-tanda anak stunting lainnya yang dialami oleh anak, seperti:

  • Pertumbuhan anak terlihat melambat
  • Melambatnya pertumbuhan gigi anak
  • Anak mengalami kesulitan untuk fokus dan mengingat hal
  • Wajah anak terlihat lebih muda dibandingkan anak sebayanya
  • Anak akan menjadi lebih pendiam saat usia 8-10 tahun, dan menghindari kontak mata terhadap orang-orang di sekitar
  • Anak pun akan mengalami keterlambatan dalam memasuki masa puber

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting

Pemerintah melalui Kemenkes sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting, namun kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, terutama Moms juga harus lebih ditingkatkan untuk memastikan si kecil mendapatkan pengasuhan yang tepat dalam masa tumbuh kembangnya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting.

Selain faktor gizi buruk yang dialami oleh anak selama dalam kandungan dan masa-masa awal kelahiran, berikut adalah faktor-faktor lain yang perlu Moms waspadai agar anak terhindar dari resiko dan tanda-tanda anak stunting:

  • Terbatasnya pengetahuan Moms terhadap jumlah gizi yang perlu diasup sebelum hamil, saat sedang hamil, dan sesudah melahirkan
  • Ketidakmampuan untuk mendapatkan makanan dengan kandungan gizi yang baik
  • Minimnya akses terhadap pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh Moms saat mengandung, ataupun sesudah melahirkan
  • Minimnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk

Efek dari stunting

Stunting bisa memberikan efek jangka pendek dan jangka panjang

Jika si kecil mengalami tanda-tanda anak stunting seperti diatas, maka akan ada efek yang bisa memengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan pada masa depannya.

Efek jangka pendek yang paling cepat dirasakan oleh anak stunting adalah terganggunya perkembangan pada otak dan kecerdasan anak. Selain itu si kecil juga akan mengalami gangguan pada metabolismenya, dan pada pertumbuhan fisiknya.

Jika tidak ditangani dengan baik sedini mungkin, kondisi anak stunting tersebut akan membuat kemampuan kognitif otak si kecil menurun, lemahnya kekebalan tubuh anak yang membuat si kecil mudah terserang penyakit, dan anak anak beresiko tinggi terkena penyakit metabolik seperti penyakit jantung, kegemukan, dan juga penyakit pada pembuluh darah anak.

Untuk mencegah kemungkinan tersebut, disarankan untuk Moms rutin berkonsultasi dengan dokter sejak masa awal kehamilan terdeteksi, hingga masa sesudah kelahiran agar mendapatkan bimbingan dan saran yang tepat.

Baca juga: Berapakah Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak 6-12 Tahun?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like