Pada usia 0-12 bulan, kondisi bayi masih sangat rentan. Bahkan saat si kecil tidur, selalu ada perasaan waswas yang menghinggapi Moms jika ada sesuatu yang tidak terlihat normal.  Salah satu yang bisa membuat khawatir adalah jika bayi berkeringat saat tidur, padahal Moms sendiri tidak keluar keringat saat itu.

Jika Moms kebetulan mengalami situasi seperti ini, ada baiknya Moms membaca penjelasan di bawah ini agar mengetahui penyebab dan cara menyikapi jika bayi berkeringat saat tidur.

Normalkah jika bayi berkeringat saat tidur malam?

Sebetulnya, normal saja jika bayi berkeringat saat tidur, kenyataannya bayi memang lebih mudah berkeringat jika dibandingkan dengan orang dewasa. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi lebih gampang untuk berkeringat saat tidur.

Penyebab pertama yang bisa menyebabkan bayi lebih mudah untuk berkeringat adalah sistem saraf di tubuh bayi belum berkembang secara sempurna. Sistem saraf memang turut berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh. Belum sempurnanya sistem saraf akan berpengaruh terhadap produksi keringat si kecil.

Penyebab yang adalah siklus tidur yang dimiliki oleh bayi. Siklus tidur terbagi dari beberapa tahapan, yaitu periode mengantuk, tidur dengan gerakan mata cepat, tidur nyenyak, dan tidur yang sangat nyenyak.

Bayi seringkali mengalami tahap tidur sangat nyenyak yang akan cenderung mengeluarkan keringat lebih banyak, bahkan sampai si kecil basah kuyup. Waktu tidur bayi juga lebih lama jika dibandingkan dengan orang dewasa, maka si kecil akan lebih sering mengeluarkan keringat dalam tidurnya.

Biasanya bayi juga akan mulai berkeringat dimulai dari bagian kepalanya. Hal tersebut dikarenakan jumlah kelenjar keringat di kepala berjumlah lebih banyak, yang membuat bayi merasa kepanasan di area tersebut.

Baca juga: Bayi Mendengkur Saat Tidur, Apakah Berbahaya?

Kapan keringat bayi dianggap tidak wajar?

Jika Moms merasa kepanasan dan berkeringat, maka seharusnya bayi mengalami hal yang sama. Namun jika udara sekitar ruangan terasa sejuk, namun si kecil tetap berkeringat msekipun baju yang dipakai tipis, sebaiknya Moms segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.

Jika kondisi bayi seperti di atas, bisa jadi keringat yang keluar adalah pertanda kondisi kesehatan bayi tidak normal. Jenis keringat yang disebabkan oleh adanya penyakit tertentu biasanya disertai dengan beberapa gejala lain seperti turunnya berat badan bayi, bayi pun akan susah untuk makan, dan adanya percepatan pernapasan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika bayi sering berkeringat deras di area kepala dengan disertai kondisi kulit yang terlihat kering, hal tersebut bisa menandakan bahwa si kecil mempunyai ginjal yang lemah.

Beberapa kemungkinan kondisi lain yang bisa menyebabkan bayi berkeringat saat tidur adalah sebagai berikut:

1. Masalah kondisi jantung kongenital

Jika bayi juga berkeringat berlebihan saat melakukan kegiatan sederhana yang tidak memerlukan banyak gerakan seperti duduk dan makan, sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter, karena bisa jadi itu adalah gejala adanya masalah jantung pada bayi.

Masalah jantung bawaan pada bayi disebabkan karena perkembangan jantung yang tidak sempurna selama masa kehamilan. Bayi dengan masalah jantung bawaan akan mengeluarkan keringat berlebih dikarenakan jantung mereka harus bekerja lebih keras agar dapat memompa darah secara efisien.

2. Sleep apnea

Bayi dengan kondisi sleep apnea akan selalu berkeringat saat mereka tidur. Kondisi tersebut juga biasanya disertai dengan gejala napas yang bisa tiba-tiba berhenti setidaknya selama 20 detik. 

Kondisi sleep apnea lebih sering dialami oleh bayi prematur. Gejala lain yang bisa timbul akibat kondisi tersebut adalah warna kulit bayi berwarna kebiruan selain keringat yang muncul sepanjang malam.

3. Hiperhidrosis

Jika bayi berkeringat saat di ruangan AC yang dingin, itu bisa jadi tanda dari hiperhidrosis. Hiperhidrosis merupakan kondisi saat tubuh mengeluarkan keringat berlebihan untuk mempertahankan suhu tubuh normal.

Kondisi tersebut bukan sesuatu yang harus diobati dan cenderung tidak berbahaya. Namun diperlukan pengelolaan keringat yang baik untuk menyesuaikan kondisi tubuh dengan lingkungan seiring bertambahnya usia si kecil.

4. Sudden Infant Death Syndrome

SIDS adalah resiko terbesar yang bisa dialami oleh bayi, kondisi tersebut terjadi ketika anak berusia di bawah satu tahun meninggal secara mendadak dengan penyebab pasti yang tidak dapat ditemukan.

SIDS merupakan kondisi saat tubuh bayi mengalami overheating atau panas berlebihan yang biasa terjadi saat tidur malam. Kondisi tersebut membuat bayi jatuh ke dalam tidurnya yang paling dalam hingga sulit dibangunkan atau lebih bahaya lagi yaitu bayi tidak dapat dibangunkan kembali.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like