Apabila Moms orangtua baru, mungkin Moms merasa heran mengapa bayi sering bersendawa, kentut, atau buang air besar. Bahkan terkadang jumlah gas yang dikeluarkan setiap jam dapat membuat Moms cemas apakah bayi baik-baik saja. Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna mengakibatkan banyak gas terperangkap di usus dan dikeluarkan melalui kentut. Akan tetapi tidak hanya sistem pencernaan yang belum sempurna, ada alasan lain yang harus Moms waspadai. Lalu, mengapa bayi sering kentut?

Bayi Sering Kentut, Apakah Normal?

Bayi memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna dan tumbuh dengan lambat. Saat bayi menyusui atau mengonsumsi makanan padat, sistem pencernaannya tidak memecah makanan dengan benar. Hal ini menyebabkan gas terperangkap di usus sehingga menimbulkan rasa sakit ketika dilewati. Hal inilah mengapa bayi kentut begitu banyak.

Saat bayi tumbuh dan sistem pencernaannya matang, frekuensinya pun akan berkurang.

Tidak hanya pertumbuhan yang teratur, ada alasan lain mengapa bayi Moms sering mengeluarkan gas. Antara lain:

Bakteri yang tidak seimbang di dalam tubuh

Bayi dilahirkan dengan usus yang benar-benar bersih, yang berarti mereka tidak mempunyai probiotik. Bakteri baik dalam probiotik memproses nutrisi dalam makanan serta melengkapi enzim pencernaan.

Oleh sebab itu, bayi perlu waktu beberapa bulan untuk mencerna ASI dengan benar. Hal ini sering mengakibatkan terjadi pembentukan gas yang berlebih. Setelah bayi mengambil ‘bakteri baik’ melalui menyusui dan sumber makanan, kentut yang sering terjadi akan berhenti.

Postur menyusui yang tidak benar

Apabila bayi mencoba mengimbangi pasokan ASI yang banyak, ia mungkin akan menelan banyak udara. Udara ini dapat membentuk gelembung di usus yang mengakibatkan kentut yang berlebihan.

Salah satu cara untuk membantu bayi dalam situasi ini yaitu beralih antara payudara satu dengan yang lain ketika menyusui sehingga bayi tidak menelan udara berlebih. Moms juga dapat mencoba menempatkan bayi dalam posisi vertikal saat menyusui.

Mengonsumsi makanan padat untuk pertama kali

Banyak bayi memproduksi banyak gas di tubuhnya saat mereka diperkenalkan dengan makanan padat. Hal ini karena sistem pencernaan mereka belum matang dan hanya digunakan untuk ASI, pengenalan padatan memaksa saluran pencernaan mereka untuk bekerja lebih banyak. Hal ini mengarah pada pelepasan gas.

Sering menangis

Kehidupan di luar rahim menjadi tantangan baru bagi bayi. Seiring dengan bertambahnya usia, mereka menjadi peka terhadap dunia. Semua ini dapat membuat bayi menjadi tidak nyaman, membuatnya menangis tanpa henti. Itulah satu-satunya respon untuk segalanya. Menangis mengakibatkan gas berlebih masuk ke dalam tubuhnya dan karenanya, bayi jadi sering kentut berlebihan.

Moms mempunyai banyak gas dan berefek ke bayi juga

Apabila Moms mencium bau aneh pada kentut bayi, mungkin karena makanan yang Moms konsumsi. Seperti bawang putih, kembang kol, telur, asparagus, dan makanan kaya pati seperti kentang, nasi, roti, nasi, dan kentang dapat mengakibatkan kentut bayi berbau.

Apabila Moms khawatir bahwa makanan yang Moms konsumsi menjadi penyebabnya, maka berhentilah mengonsumsi makanan ini setidaknya selama 3 hari.

Intoleransi laktosa

Alasan lain mengapa bayi sering kentut adalah karena bayi tidak toleran laktosa. Tubuh dewasa kita dengan alami menghasilkan enzim ‘laktase’ untuk memecah gula seperti galaktosa dan glukosa. Namun terkadang, tubuh bayi tidak mampu menghasilkan cukup laktosa untuk memecah gula-gula kecil ini sehingga menjadi intoleransi laktosa.

Laktosa yang tak terputus ini selanjutnya bergerak ke usus besar tempat berfermentasi dan diubah menjadi gas. Jadi dalam waktu dua jam setelah mengonsumsi laktosa, bayi bisa menjadi rewel atau mempunyai banyak gas.

Gastroesophageal Reflux

Pada saat bayi muntah setelah menyusu, secara medis disebut GER. Bayi yang mengalami refluks mengeluarkan air liur, cairan pencernaan, ASI, dan kadang-kadang muntah. Walaupun bayi tumbuh lebih besar ketika mereka berusia di atas enam bulan, jumlah meludah dan muntah yang tidak lazim dapat membuat anak menjadi rewel dan juga memproduksi banyak gas.

Penggunaan antibiotik

Terkadang bayi menderita infeksi yang memerlukan antibiotik. Antibiotik ini sering menghancurkan mikroflora di usus bayi. Hal ini dapat menyebabkan perut kembung, kentut yang berlebihan dan terkadang bahkan diare.

Meskipun semua faktor ini dapat mengakibatkan sering kentut yang berlebihan, itu masih dianggap normal dan setelah bayi memperkuat kemampuan pencernaannya, perut kembung juga akan hilang.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi yang Bisa Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like