Tulang dan otot adalah beberapa komponen penting yang berada di tubuh manusia. Fungsinya yaitu untuk membentuk struktur tubuh dan menggerakan tubuh. Serabut otot manusia umumnya kuat dan kaku, namun terkadang ada bayi yang mengalami otot-otot lemas karena suatu kondisi yang dikenal sebagai hipotonia. Apa penyebab bayi terlihat lemas? Simak penjelasan berikut ini.

Hipotonia yang umum disebut dengan sindrom floppy baby atau sindrom bayi lemas yaitu sebuah kondisi dimana otot-otot sangat lunak sehingga ia terlihat lunglai, lemas, dan lembek tidak berdaya.

Bayi dengan kondisi ini mempunyai otot yang sangat longgar dan elastis. Sehingga bayi akan mengalami kesulitan mengisap atau mengunyah, karena otot-ototnya tidak dapat mengendalikan kontraksi dan relaksasi. 

Walaupun mempunyai bagian tubuh yang normal, akan tetapi karena otot yang lemah ini, bayi dengan sindrom lemas ini akan tampak lebih terkulai dan lembek.

Ciri-ciri hipotonia

Hipotonia umumnya terjadi ketika kelahiran dan sering terlihat pada saat anak berusia enam bulan.

Banyak bayi yang lahir ke dunia mempunyai massa otot yang baik, oleh karena itu hal ini memungkinkan mereka untuk memukul dan menendang dengan kaki kecilnya.

Akan tetapi, bayi baru lahir yang mengidap hipotonia tidak akan mempunyai gerakan lengan dan kaki yang kuat.

Saat mereka semakin tumbuh besar, bayi hipotonia akan kehilangan tonggak pentingnya, seperti mampu mengangkat kepala saat ia sedang merangkak. Berikut beberapa gejala umum lainnya yang dapat Moms simak, antara lain:

Buruknya kontrol kepala

Saat bayi Moms tidak dapat mengontrol otot lehernya, kepalanya akan jatuh ke depan, ke belakang, atau ke samping tanpa kontrol yang baik.

Terasa lemas, khususnya saat Moms menggendongnya

Apabila Moms menggendongnya dari bawah ketiak, maka lengannya dapat dengan mudah naik tanpa perlawanan seolah ia dapat menyelinap melalui tangan Moms.

Lengan dan kaki menggantung dengan lurus

Bayi umumnya beristirahat dengan lengan dan kaki tertekuk. Namun tidak dengan bayi yang mengidap hipotonia.

Otot mulut yang bermasalah

Tidak jarang, kondisi tersebut dapat mengakibatkan sang buah hati kesulitan mengisap dan menelan. Salah satu ciri hipotonia inilah yang menyebabkan bayi terlihat lemas.

Apa penyebab bayi lemas yang perlu Moms ketahui?

Menurut laman boldsky.com, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab bayi mengalami sindrom floppy baby. National Institute of Health juga menjelaskan beberapa penyebabnya, antara lain:

Pembentukan otak yang tidak benar ketika masa kehamilan

Jika terdapat masalah besar dengan pembentukan otak di dalam rahim selama hari-hari awal pembuahan, hal itu memiliki potensi bayi terlihat lemas yaitu dapat mengakibatkan hipotonia.

Down syndrome

Penyebab bayi terlihat lemas berikutnya yaitu down syndrom. Bayi yang lahir dengan down syndrome sering menderita kekuatan otot yang rendah ketika lahir, hal ini akan berdampak pula membuatnya mengalami hipotonia.

Cedera pada tulang belakang

Sumsum tulang belakang merupakan tempat semua saraf muncul, oleh karena itu jika terjadi cedera pada bagian ini, dapat mengakibatkan bayi mengalami hipotonia.

Cerebral palsy

Selanjutnya, penyebab bayi terlihat lemas adalah cerebral palsy. Cerebral palsy merupakan kondisi umum yang mengakibatkan gangguan koordinasi otot, yang menghasilkan tonus otot rendah.

Terlepas dari penyebab ini, beberapa infeksi di otak atau otot juga diketahui dapat mengakibatkan hipotonia. 

Pada saat bayi terlahir dengan hipotonia, maka semakin usianya bertambah, kemungkinan gangguan ototnya juga akan semakin memburuk terlebih jika hal ini tidak segera ditangani.

Apa bentuk perawatan hipotonia?

Setelah Moms mengetahui beberapa penyebab bayi terlihat lemas atau hipotonia, maka umumnya dokter akan mencoba mengobati kondisi tersebut terlebih dahulu.  Misalnya, dengan memberikan resep untuk mengobati infeksi yang mengakibatkan masalah ototnya.

Akan tetapi, apabila kondisi hipotonia merupakan masalah genetik, maka hal tersebut tidak dapat diobati dan anak Moms terancam mempunyai kondisi tersebut secara permanen.

Akan tetapi, Moms tetap masih bisa melakukan berbagai terapi untuk memperkuat otot dan meningkatkan koordinasi anak. Misalnya, program stimulasi sensori, terapi okupasi, terapi fisik, dan lainnya.

Nah itulah beberapa penyebab bayi terlihat lemas yang perlu Moms ketahui. Sebelum bertambah parah sebaiknya Moms cegah dan ketahui penanganannya secara tepat atau segera konsultasikan kepada dokter.

Baca Juga: Ketahui Cara Mengobati Bayi Masuk Angin Berikut Ini

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like