Sebagai orang tua baru, tentunya merasa bersemangat setiap mendengar suara baru yang dihasilkan oleh sang buah hati. Akan tetapi, bagaimana apabila suara yang dikeluarkan bayi terdengar seperti erangan tiada henti atau terlihat mengejan, diikuti dengan gerakan tubuh seperti gelisah? Simak penjelasan berikut.

Penyebab Grunting Baby Syndrome

Ketika bayi lahir, ia tidak dapat melakukan kontrol penuh atas isi perutnya. Sama halnya dengan bayi perlu belajar bagaimana menggunakan otot yang tepat untuk mengeluarkan feses.

Oleh karena itu, ketika ia akan buang air besar, bayi akan mengeluarkan suara mengerang, diikuti dengan bayi terlihat seperti mengejan kuat yang seringkali membuat wajahnya berubah menjadi merah bahkan keunguan.

Hal ini yang disebut sebagai grunting baby syndrome. Karena bayi belum mempunyai otot perut yang kuat untuk menggerakan feses melalui usus, oleh sebab itu bayi menggunakan otot diafragma dalam melancarkan proses buang air besar.

Kondisi ini memang sekilas terlihat seperti bayi mengalami konstipasi, akan tetapi apabila dialami oleh bayi baru lahir, maka itu merupakan tanda grunting baby syndrome.

Tanda Grunting Baby Syndrome

Bayi yang tengah mengalami grunting baby syndrome akan terlihat seperti mengerang dan mengejan sebelum berhasil mengeluarkan buang air besar. Hal ini umum terjadi di beberapa minggu awal kehidupannya.

Bayi juga dapat terlihat tegang selama beberapa menit dengan adanya perubahan warna pada wajah serta tubuh mereka menjadi agak kemerahan.

Tanda grunting baby syndrome juga dapat terlihat, apabila bayi tidak nyaman sekitar lima sampai sepuluh menit sebelum buang air besar.

Walaupun melakukan usaha mengejan yang keras, akan tetapi feses bayi tidaklah keras, bahkan cenderung lunak. Bayi juga nantinya akan kembali ke suasana hati normal setelah berhasil buang air besar.

Baca juga: Bayi Terlihat Ingin Muntah? Apakah Berbahaya?

Tindakan yang harus dilakukan ketika grunting baby syndrome

Walaupun sulit melihat bayi mengejan tidak nyaman ketika mengalami grunting baby syndrome, namun tidak banyak yang Moms dapat lakukan untuk membantu bayi saat kondisi ini.

Hal ini karena grunting baby syndrome merupakan hal yang normal terjadi pada bayi baru lahir dan membiarkannya belajar mengontrol pergerakan ususnya sendiri merupakan hal yang perlu dilakukan.

Sebaiknya Moms hindari menstimulasi bagian anus bayi dengan harapan membantunya melancarkan proses buang air besar, karena hal ini bisa memperlambat proses belajar bayi untuk buang air besar secara normal.

Dibutuhkan waktu selama tiga hingga empat bulan untuk bayi belajar buang air besar dan mengalami grunting baby syndrome.

Baca Juga: Bayi Terlihat Lemas? Berikut Beberapa Penyebabnya!

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Delia rizky handayani

Betul kak, anakku pun suka gitu, bahkan sampai ngejen keras banget dan keluar suara. Ditambah pengetahuan di momslyfe aku jadi tau kalo itu namanya grunting baby syndrome.

You May Also Like