Sariawan dapat dialami oleh setiap orang, tak terkecuali bayi. Hal itu disebabkan karena dalam tubuh setiap orang terdapat jamur Candida Albicans. Kadangkala, jamur tersebut dapat tumbuh dan menyebar ke bagian lain dalam tubuh dengan jumlah banyak hingga menyebabkan infeksi jamur atau sariawan. Jika bayi mengalami kondisi itu, bagaimanakah mengobati sariawan pada bayi, terutama yang masih menyusui.

Penyebab sariawan pada bayi

Jamur penyebab sariawan dapat tumbuh dengan baik di tempat dengan kondisi lembab, hangat, dan manis, seperti kondisi mulut bayi pada masa menyusui. Jamur penyebab sariawan pun dapat menyebar ke puting susu Moms. Begitu juga sebaliknya, dari puting Moms ke mulut bayi.

Sekitar 1 dari 20 bayi mempunyai masalah dengan sariawan. Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum sepenuhnya berkembang membuat si kecil kurang mampu melawan infeksi. Selain hal tersebut, sariawan juga dapat terjadi jika bayi atau Moms sendiri baru saja diobati dengan antibiotik.

Antibiotik bisa mengurangi jumlah bakteri baik yang ada dalam mulut bayi atau tubuh Moms, hingga memungkinkan meningkatnya jumlah jamur pada mulut bayi atau tubuh Moms. Moms dan bayi pun bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur.

Sariawan akan bisa menyebar dengan mudah jika puting Moms sudah mengalami lecet atau jika mulut bayi tidak menempel dengan baik. Jika sariawan atau infeksi sudah terjadi pada mulut bayi atau pada puting Moms, sebaiknya segera lakukan langkah pencegahan agar infeksi jamur tidak menyebar.

Apakah bayi yang mengalami sariawan masih boleh disusui?

Sariawan yang dialami oleh bayi bukan menjadi hambatan untuk tetap memberikan ASI pada si kecil. Moms harus tetap memberinya susu walaupun mungkin dapat membuat bayi merasa kesakitan dan hanya mau dalam waktu singkat.

Moms juga harus tetap menyusui bayi langsung di payudara, jangan berikan bayi ASI yang sudah disimpan karena bisa saja ada jamur atau bakteri dalam ASI. Tindakan tersebut dilakukan untuk menghindari infeksi pada bayi.

Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Bayi Jarang Pipis?

Gejala bayi yang sedang sariawan

Moms bisa memperhatikan gejala-gejala yang ditunjukkan bayi yang sedang sariawan, seperti:

  • Bayi terlihat gelisah saat disusui
  • Bayi mungkin menolak untuk disusui karena mulutnya sakit
  • Muncul ruam pada popok bayi
  • Munculnya bintik putih atau luka kecil pada lidah, langit-langit mulut, gusi, atau bagian dalam pipi
  • Bibir bayi jadi terlihat pucat

Mengobati sariawan pada bayi

Mengobati sariawan pada bayi biasanya dapat dilakukan dengan gel atau cairan anti jamur. Moms tidak perlu khawatir karena jenis gel ini aman dipakai oleh bayi. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengobati bayi.

Pemberian ASI juga harus tetap dilakukan meskipun bayi menolaknya. Moms harus tetap sabar mengusahakan agar bayi mau minum ASI. Hal tersebut agar asupan nutrisi bayi tetap terjaga dan juga daya tahan tubuh bayi tidak terganggu.

Cara mencegah sariawan pada bayi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, sariawan disebabkan oleh infeksi jamur. Oleh sebab itu, Moms perlu mencegah terjadinya penyebaran infeksi jamur jika ingin mencegah sariawan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sariawan pada bayi adalah:

  • Biasakan untuk mencuci tangan sebelum menyusui bayi.
  • Cuci pakaian bayi dengan air hangat, dengan suhu 60° C, agar bisa membunuh jamur dan keringkan pakaian bayi di bawah sinar matahari.
  • Jika payudara Moms mengalami lecet, sebaiknya segera diobati sebelum payudara mengalami infeksi.
  • Jagalah kondisi payudara agar tetap kering sebelum maupun sesudah menyusui bayi.
  • Jangan lupa juga untuk mencuci bersih mainan bayi, dot, botol, dan pompa payudara agar tetap terjamin kebersihannya. Disarankan bagi Moms untuk mencuci peralatan tersebut dengan sabun dan air hangat.
  • Biasakan juga untuk mencuci tangan Moms sesudah mengganti popok bayi, hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi jamur melalui sistem pencernaan bayi.
  • Sediakan handuk khusus untuk bayi, jangan gunakan handuk yang sama dengan handuk untuk anggota keluarga lainnya.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like