Perut kembung merupakan kondisi dimana gas menumpuk di dalam usus dan lambung sehingga menyebabkan perut bayi menjadi terasa penuh. Perut kembung terjadi bukan hanya pada orang dewasa, tetapi bayi juga. Moms penasaran apa penyebab perut bayi kembung dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini penjelasannya. 

Beberapa penyebab perut bayi kembung

Perut kembung pada umumnya disebabkan karena menelan udara atau penguraian makanan melalui pencernaan. Nah, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab perut bayi kembung. Diantaranya:

  • Makanan yang dikonsumsi Moms. Bayi yang masih menerima ASI mampu menghasilkan gas berlebihan ketika Moms yang memberi ASI mengonsumsi sayuran pembentuk gas seperti brokoli, kacang, bawang bombai, kol, atau kembang kol. 
  • Salah posisi ketika menyusui. Saat posisi botol susu atau payudara salah ketika Moms sedang menyusui, maka bayi akan menelan terlalu banyak udara.
  • Laktosa yang berlebihan. Laktosa berlebihan sering terjadi saat bayi mendapat terlalu banyak foremilk yang mengandung laktosa rendah lemak. Nah, tidak semua laktosa dicerna karena tidak cukupnya lemak yang bisa memperlambat proses ini. Oleh karena itu, penumpukan gas berlebih pun terjadi pada perut bayi.
  • Belum matangnya sistem pencernaan. Bayi belum belajar mengolah makanan, gas,, serta feses secara sempurna. Usus juga belum dapat menghasilkan mikroflora atau keseimbangan bakteri baik, yang normal. Semua hal tersebut dibutuhkan untuk kerja sistem imun serta sistem pencernaan tubuh. 
  • Menangis berlebihan. Saat bayi menangis berlebihan, maka ia akan menelan terlalu banyak udara sehingga akan menghasilkan gas berlebih dan membuat perut bayi kembung.
  • Makanan yang dikonsumsi. Apabila bayi sudah mulai mengonsumsi makanan, penting bagi Moms untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Sebaiknya, kurangi porsi sayuran yang memiliki kandungan gas secara berlebihan. 

Baca juga: Bayi Moms Mengalami Cegukan? Ikuti 4 Cara Ini Untuk Menanganinya

Cara menanganinya

1. Posisi ketika menyusui

Cara pertama untuk menangani perut bayi kembung yaitu memperbaiki posisi menyusui. Ketika Moms menyusui, usahakan posisi kepala si kecil lebih tinggi dari perut. Posisi tersebut akan membantu susu untuk masuk ke dasar perut sehingga udara naik ke atas. Bayi pun akan lebih mudah untuk bersendawa. 

Posisi ini juga berlaku saat Moms memberikan susu pada bayi menggunakan botol. Cara ini dilakukan guna mencegah akumulasi udara serta gelembung udara pada dot botol susu. Moms dapat memilih dot botol susu yang lembut dan juga sesuai dengan mulut si kecil sehingga bisa mencegah masuknya udara ke dalam tubuh.

Susu harus mengalir dengan perlahan serta merata, sehingga bayi dapat menelan dengan mudah tanpa harus meneguk secara berlebihan.

2. Membantu bayi untuk sendawa

Bantulah bayi untuk bersendawa setelah menyusui. Penting bagi bayi untuk bersendawa agar udara berlebihan di dalam tubuh dapat keluar dan mencegah perut bayi kembung. Moms dapat membantu bayi bersendawa dengan memposisikannya dalam posisi duduk serta menggoyangkannya dengan lembut.

Selain itu, Moms juga dapat memposisikan bayi tegak atau di atas bahu agar si kecil bersendawa. 

Apabila bayi tidak bersendawa setelah selesai menyusui, baringkan ia selama 5-10 menit kemudian coba lagi posisi di atas. Ketika Moms mengangkatnya kembali, memungkinkan udara untuk bergerak ke bagian atas perut sehingga bayi lebih mudah untuk bersendawa. 

3. Tummy time

Tummy time merupakan aktivitas yang dilakukan bayi sembari tengkurap. Selain dapat membantu perkembangan motorik bayi, tummy time juga berguna untuk menangani perut bayi kembung. Tummy time dapat membantu bayi dalam menghilangkan gas yang berlebih secara cepat. 

4. Pijat secara perlahan

Cara selanjutnya yang bisa Moms lakukan untuk menangani perut bayi kembung yaitu dengan memijat perut bayi searah jarum jam secara perlahan. Selain itu, Moms juga bisa mengusap-usap punggung bayi sambil meletakkannya di pangkuan dengan posisi tengkurap. 

Gerakan memijat untuk mengatasi kondisi ini yaitu dengan melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda. Moms dapat mengayunkan kaki bayi seperti sedang mengendarai sepeda. 

Baca juga: Langkah-langkah yang Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like