Tali Pusar Bayi Terinfeksi? Ini Cara Merawatnya

Tali Pusar Bayi Terinfeksi

Pastinya Moms merasa bahagia saat dipertemukan dengan si kecil setelah menanti selama sembilan bulan lamanya. Tetapi, mungkin Moms akan merasa bingung serta panik saat melihat tali pusar bayi yang terinfeksi. Sebenarnya apa penyebab serta cara merawat saat tali pusar bayi terinfeksi? Berikut ini penjelasannya. 

Apa saja penyebab tali pusar bayi terinfeksi?

Tali pusar normalnya akan mengering dan terlepas dengan sendirinya dari tubuh 1 minggu setelah si kecil dilahirkan. Namun ada juga tali pusar yang baru lepas setelah 10-14 hari. 

Jika salah atau kurang kebersihan saat merawat tali pusar, maka hal ini dapat menyebabkan tali pusar bayi terinfeksi oleh bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Selain itu, tali pusar juga bisa terinfeksi apabila dibiarkan terus basah, lembab dari urin, air liur, atau cairan lainnya.

Lingkungan yang lembab merupakan tempat ideal untuk berkembang biak bagi bakteri. Tidak hanya itu, memijat perut bayi menggunakan minyak bisa membuat pertahan kulit menjadi menurun sehingga resiko infeksi pun meningkat. 

Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang mampu meningkatkan resiko infeksi pada tali pusar, diantaranya:

  • Terjadinya persalinan mendadak serta tidak terencana
  • Ketuban yang pecah dini 
  • Berat badan bayi rendah saat lahir
  • Moms mengalami infeksi cairan ketuban sebelum melahirkan

Baca juga: Gejala-gejala yang Menandakan Bayi Menderita Penyakit Serius

Apa saja tanda dan gejalanya?

Biasanya, saat tali pusar bayi terinfeksi, akan terlihat kemerahan, terasa panas, bengkak, serta mengeluarkan nanah yang berbau busuk. Selain itu, infeksi juga menimbulkan nyeri.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi bisa meluas sampai ke area kulit di sekitar tali pusar. Kondisi ini akan membuat kulit bayi memerah, mengeras, hingga menyebabkan pembengkakan di perut.

Apa yang harus Moms lakukan?

Saat tali pusar bayi terinfeksi, bersihkanlah dengan larutan antiseptik yang dijual bebas di pasaran, misalnya seperti betadine atau chlorhexidine. Caranya hanya dengan mencelupkan kain kasa yang steril ke dalam larutan lalu usapkan pada tali pusar bayi.

Lakukan cara ini sebanyak delapan kali dalam sehari hingga tidak nanah pada tali pusar bayi. Setelah itu, oleskan tali pusar dengan salep antibiotik sebanyak 3-4 kali dalam sehari. 

Apabila tali pusar si kecil sudah sembuh, Moms perlu merawat tali pusar dengan baik serta pastikan agar tali pusar selalu dalam kondisi yang kering. 

Tapi, jika tali pusar si kecil telah terinfeksi, sebaiknya Moms bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca juga: Penyebab Leher Bayi Serta Merah Cara Mengatasinya

Bagaimana tips merawat saat tali pusar bayi terinfeksi?

Moms dapat mencegah tali pusar bayi terinfeksi dengan melakukan beberapa langkah tepat di bawah ini: 

  • Usahakan agar tali pusar tetap kering dan jangan basah karena dapat menimbulkan tumbuhnya kuman penyebab infeksi
  • Tidak perlu membersihkan tali pusar dengan sabun atau cairan lain. Tetapi biarkan terbuka 
  • Usahakan untuk tidak menutup tali pusar saat memakai popok bayi agar tidak tercemar urin ataupun feses yang menempel di popok
  • Ketika memandikan si kecil, usahakan untuk jangan membuat tali pusar basah
  • Tidak perlu menggunakan bedak ataupun minyak. Ini dapat membuat tali pusar menjadi lembab dan akan meningkatkan resiko infeksi

Baca juga: Bibir Kering Pada Bayi Baru Lahir, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Related Articles

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x