Pada beberapa kasus, terkadang ASI tidak lancar keluar sesudah melahirkan, alias mampet. Bagi Moms, hal itu akan sangat mengkhawatirkan karena bayi sangat membutuhkan ASI untuk tumbuh kembangnya. Lalu, adakah cara membuat ASI keluar agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi?

Yang menyebabkan ASI mampet sesudah melahirkan?

Terkadang ASI bisa mampet dan tidak keluar dengan lancar

Beberapa hari sesudah melahirkan, payudara Moms akan terasa penuh pertanda bahwa produksi ASI sudah stabil. Biasanya ASI akan keluar penuh secara alami dalam waktu tiga sampai empat hari sesudah melahirkan untuk Moms baru, untuk Moms yang pernah melahirkan sebelumnya, proses tersebut bisa lebih cepat lagi.

Jika Moms mengalami kondisi dimana ASI tidak keluar sesudah 3 sampai 5 hari, mungkin bisa ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Penyebab ASI susah keluar bisa dipengaruhi oleh berbagai sebab seperti kelahiran prematur, adanya perdarahan hebat selama melahirkan, riwayat penyakit diabetes gestasional, Moms mengalami stres, atau kondisi badan obesitas dan lainnya.

Kondisi ASI tidak keluar sama sekali sesudah melahirkan sebetulnya termasuk hal yang langka. Biasanya seporsi kecil dari ASI pertama (kolostrum) biasanya sudah muncul terlebih dahulu beberapa saat sebelum bayi lahir. Namun, jika ASI keluar sedikit terlambat, bukan berarti Moms tidak akan memiliki persediaan ASI sama sekali atau suplai susu akan rendah.

Jika Moms mengalami ASI yang terlambat atau sedikit, sangat penting untuk menemukan cara merangsang ASI keluar secepat mungkin, untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Berat badan bayi bisa turun jika ASI tidak kunjung keluar di hari ketiga atau lebih.

Hal itu pun dapat menghambat perkembangan fisik dan mental si kecil. Resiko lain yang mungkin dihadapi bayi adalah dehidrasi dan penyakit kuning.

Cara membuat ASI keluar sesudah melahirkan

Ada beberapa cara membuat ASI keluar yang bisa Moms praktekan

Berikut beberapa cara yang bisa Moms praktekan untuk menghilangkan kondisi ASI yang mampet sesudah melahirkan:

1. Lakukan kontak kulit antara Moms dan bayi

Tidak ada alasan medis untuk memisahkan Moms dan bayi yang sehat setelah bayi dilahirkan, bahkan untuk sementara. Kontak kulit antara Moms dan si kecil akan sangat membantu merangsang oksitosin dan prolaktin, hormon yang merangsang produksi ASI.

Moms bisa mendekap bayi dengan bersentuhan kulit dan menawarkan menyusui mengikuti seberapa sering keinginan makan bayi di hari-hari awal sesudah kelahiran. Cara ini akan memudahkan bayi untuk mendapatkan banyak kolostrum, sekaligus menghindari kondisi puting lecet.

2. Pompa ASI dengan tangan

Cara membuat ASI keluar lainnya adalah dengan memompa payudara menggunakan tangan. Moms bisa pompa payudara dengan tangan selama 10 sampai 20 menit setiap 2-3 jam sampai bayi menyusu. Trik ini bisa memaksimalkan produksi prolaktin dan mengurangi kemungkinan ASI terlambat keluar.

Perlu diingat oleh Moms bahwa tidak dianjurkan untuk memompa payudara dengan alat sebelum produksi ASI sudah stabil.

3. Lakukan pijat payudara

Salah satu yang mungkin menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan adalah saluran susu yang kurang berfungsi baik. Pijatan pada area payudara dapat membantu memperlancar peredaran darah dan meningkatnya produksi ASI pada ibu menyusui.

Dengan melakukan pijat payudara dapat pelan-pelan mengurai kelenjar susu yang mungkin tersumbat atau menggumpal. ASI pun bisa keluar dengan lancar. Jika produksi ASI Moms sudah cukup lancar, akan merangsang payudara untuk menghasilkan lebih banyak lagi.

Pijat payudara juga bisa membantu Moms agar lebih rileks dan nyaman. Pikiran Moms juga akan menjadi lebih tenang dan bisa beristirahat dengan lebih baik. Alhasil, Moms bisa terbebas dari masalah ASI yang tidak keluar akibat stres ataupun kurang tidur.

Tetap tenang menghadapinya

Tidak bisa dipungkiri jika Moms mengalami kondisi susah keluar ASI pasti akan menimbulkan rasa was-was, sebisa mungkin sebaiknya rasa tersebut dihindari karena malah akan memperunyam suasana.

Tubuh Moms sebetulnya sudah dirancang untuk bisa memproduksi susu secara otomatis. Tubuh Moms tetap akan memproduksi susu, bahkan jika Moms tidak menyusui bayi ataupun memeras air susu.

Jika produksi susu Moms benar-benar sulit atau sedikit, mungkin dokter akan merekomendasikan untuk meminta donor ASI, ataupun menggunakan susu formula untuk sementara waktu sampai produksi ASI sudah benar-benar lancar dan stabil.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur di Malam Hari

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like