Minum kopi sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang di Indonesia. Kebetulan negara kita juga diberkahi dengan banyaknya varian kopi yang nikmat. Kopi sangat membantu untuk meningkatkan tenaga dan mengusir rasa kantuk pada siang hari, kondisi yang sering dialami oleh Moms yang sedang punya bayi. Namun, apakah boleh untuk Moms minum kopi saat menyusui? Mari cari tahu jawabannya berikut ini.

Pengaruh kafein pada ASI

Kopi mengandung kafein yang dapat berfungsi sebagai stimulan untuk meningkatkan kewaspadaan seseorang. Kafein juga dapat menekan rasa lelah dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat. Bagi Moms hamil yang sedang membutuhkan tenaga ekstra pada periode menyusui, efek kafein tentu akan sangat bermanfaat.

Pada kebanyakan bayi yang baru lahir, ASI adalah sumber nutrisi satu-satunya yang juga berfungsi untuk membantu mengembangkan fungsi tubuh dan sistem imun. Sumber ASI yang berasal dari tubuh Moms, artinya kandungan yang terdapat di dalam ASI akan sangat terpengaruh oleh apa yang Moms konsumsi.

Ketika Moms minum kopi, maka kandungan kafein yang terdapat di kopi akan tercampur dengan ASI. Artinya, bayi secara tidak langsung mendapatkan asupan kafein dari kopi yang Moms minum.

Sekitar satu persen dari kafein yang masuk ke dalam darah Moms bisa juga masuk ke dalam ASI. Namun, tingkat penyerapan kafein oleh tubuh bisa berbeda pada setiap wanita. Jadi sebenarnya sulit untuk memprediksi berapa banyak kafein yang akan didapat oleh bayi jika Moms minum kopi saat menyusui.

Penelitian menunjukan bahwa wanita yang minum 3 cangkir kopi per hari selama masa kehamilan dan menyusui, akan cenderung memiliki zat besi yang lebih sedikit pada ASI-nya dibanding mereka yang tidak minum kopi. Hal tersebut dapat menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dan hematrokrit (Ht) pada ASI jadi lebih rendah, dan memperbesar resiko bayi mengalami anemia atau kekurangan zat besi.

Minum kopi tidak selamanya memberikan efek buruk bagi bayi, beberapa penelitian juga menunjukan bahwa kafein bisa digunakan sebagai terapi pada bayi prematur yang bisa bermanfaat untuk membantu mereka bernapas.

Kesimpulannya, apakah boleh minum kopi saat menyusui?

Para ahli sepakat bahwa sebetulnya sah-sah saja bagi Moms untuk minum kopi saat menyusui. Tetapi perlu dicatat bahwa perlu ada batasan takaran dalam jumlah kopi yang boleh diminum. Batas asupan kafein maksimal yang dianjurkan untuk ibu menyusui adalah 300 miligram per hari, atau setara dengan dua cangkir kopi. 

Perlu juga dicatat bahwa yang digunakan sebagai ukuran adalah kafein, yang bisa didapatkan dari asupan lain selain kopi. Banyak makanan dan minuman yang juga mengandung kafein seperti makanan atau minuman yang terbuat dari teh dan coklat, minuman bersoda, atau minuman energi. Jika Moms sudah mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut, maka jumlah takaran konsumsi kopi pun harus dikurangi.

Bila Moms mengkonsumsi kafein melebihi takaran yang dianjurkan, bayi mungkin mengalami gangguan seperti susah tidur, sembelit, mudah gelisah, sampai kolik yang akan membuat bayi menjadi lebih rewel.

Baca juga: Ibu Menyusui Minum Es, Apa Bayi Jadi Pilek?

Cara aman minum kopi saat menyusui

Untuk Moms yang sudah terbiasa mengkonsumsi kopi dalam jumlah banyak per harinya, sebaiknya kurangi asupan kafein namun dengan cara bertahap. Kondisi tubuh yang sudah terbiasa mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak, perlu beradaptasi dengan perubahan jumlah kafein. 

Ada juga cara lain yang bisa dipakai seperti:

  • Ganti jenis kopi yang diminum, jika sebelumnya kopi yang diseduh, pindahlah ke kopi instan yang mengandung lebih sedikit kafein.
  • Kurangi konsumsi cokelat batangan atau hot chocolate dan bisa diganti dengan buah atau jus yang sama manisnya. 
  • Kurangi waktu untuk menyeduh teh celup menjadi satu menit, bukan lima menit. Hal ini bisa mengurangi kandungan kafein yang terdapat pada teh.
  • Tunggu sampai tiga jam sesudah minum kopi sebelum Moms menyusui, agar mengurangi efek kafein sampai ke bayi dari ASI.

Baca juga: 3 Langkah Melancarkan ASI yang Mampet

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like