BAB bayi yang berbusa adalah hal yang normal, hal ini karena sistem pencernaannya masih dalam penyesuaian. Akan tetapi, sepanjang bayi masih tampak aktif, ceria, tidak rewel, dan berat badannya naik, maka tidak ada masalah. Umumnya BAB bayi yang berbusa juga dapat menjadi tanda bahwa tubuhnya kelebihan laktosa, yaitu gula yang terkandung di dalam ASI. Apakah BAB bayi yang berbusa berbahaya? Apa saja penyebabnya?

Penyebab BAB bayi berbusa

Infeksi

Infeksi bakteri, parasit, dan virus yang menyerang sistem pencernaan dapat mengakibatkan terbentuknya gelembung-gelembung gas.

Gelembung gas inilah yang kemudian membuat feses berbusa. Umumnya, sumber infeksi paling umum yang mengakibatkan feses berbusa yaitu parasit Giardia.

Parasit ini menginfeksi sang buah hati yang tak sengaja meminum atau berenang di air yang sudah tercemari oleh parasit Giardia.

Selain feses yang berbusa, umumnya infeksi disertai juga dengan gejala lainnya seperti:

  • Kelelahan
  • kembung
  • mual
  • kram perut
  • berat badan turun secara tiba-tiba

Kondisi tersebut umumnya berlangsung selama 2 hingga 6 minggu hingga gejala mereda.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS adalah ketidakmampuan usus besar untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada bayi dengan IBS, usus umumnya mengalami kontraksi yang tidak teratur sehingga dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti diare atau sembelit.

Tidak hanya itu, bayi yang mengalami IBS juga umumnya mempunyai feses yang berlendir dan membuat tampilannya tampak seperti berbusa.

Gejala lain yang menandakan IBS yaitu:

  • Kram dan nyeri perut
  • perut kembung
  • sering sendawa
  • kelelahan

Pankreatitis

Pankreatitis merupakan radang kelenjar pankreas yang terbagi menjadi kondisi akut dan kronis. Masalah kesehatan ini menghalangi kemampuan bayi untuk mencerna lemak.

Kondisi ini dapat mengakibatkan rasa sakit di perut bagian atas hingga menyebar ke belakang perut. Kelainan genetik dapat menjadi penyebab penyakit pankreatitis.

Pankreatitis juga dapat mengakibatkan tinja berbusa yang disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • demam
  • mual dan muntah
  • denyut jantung lebih cepat dari biasanya
  • perut membengkak

Cara mengatasi BAB bayi yang berbusa

Apabila feses sang buah hati terus berbusa lebih dari dua kali, maka hal ini merupakan tanda peringatan yang diberikan tubuhnya untuk Moms sadari. Terlebih apabila kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti:

  • demam yang melebihi 38.6° Celcius
  • adanya darah pada feses
  • sakit perut yang cukup parah dan tak tertahankan

Apabila anak mengalami berbagai gejala di atas, maka Moms tidak perlu lagi menunda-nunda untuk pergi ke dokter.

Segera temui dokter untuk memastikan apakah yang memicu bayi Moms menjadi rewel, gumah, hingga BAB berbusa.

Dokter dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi sang buah hati.

Bagi bayi dibawah usia 6 bulan, diharapkan hanya diberikan ASI saja tidak perlu adanya tambahan susu ataupun makanan lainnya bahkan air putih sekalipun.

Hal ini dimaksudkan agar meminimalisir saluran cernanya terkena infeksi 

Bagaimana cara mencegah BAB berbusa pada bayi?

Pencernaan yang sehat akan menunjang pertumbuhan, perkembangan, serta imunitas pada bayi.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk memahami tahapan perkembangan pencernaan sang buah hati, agar Moms dapat memberi nutrisi yang tepat.

Agar sistem pencernaanya terjaga dengan baik dan mencegah terjadinya BAB berbusa pada bayi, berikut hal yang perlu Moms lakukan:

Asupan nutrisi untuk bayi usia 0-3 bulan

Di usia 0-3 bulan, makanan terbaik untuk sang buah hati adalah ASI atau susu formula.

Pada usia ini, enzim pencernaannya belum terbentuk dengan sempurna, termasuk enzim laktase yang memiliki fungsi mengurai laktosa agar bisa diserap tubuh.

Oleh karena itu pada usia ini, beberapa bayi mempunyai intoleransi laktosa.

Asupan nutrisi untuk bayi usia 4-6 bulan

Ketika memasuki usia 6 bulan, sang buah hati dapat mengonsumsi makanan selain ASI. Mulailah dari makanan yang bertekstur lembut, seperti bubur sereal bayi.

Selain bubur bayi, Moms dapat memberikan jus buah, seperti pisang, apel, pepaya dan ubi. Akan tetapi, Moms harus pastikan teksturnya betul-betul lembut.

Jaga kebersihan rumah dan alat makan anak

Menjaga kebersihan rumah memang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan bayi. Ganti pakaian dan sprei, serta bersihkan kamarnya dengan rutin.

Moms dan keluarga juga harus rajin mencuci tangan ketika ingin melakukan kontak fisik dengan sang buah hati. Tidak hanya itu, pastikan alat makannya selalu steril.

Itulah beberapa informasi penting mengenai BAB berbusa pada bayi. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Baca Juga: Penyebab Bayi Menangis serta Apa yang Harus Moms Lakukan

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like