Tangisan merupakan satu-satunya bentuk komunikasi bayi yang baru lahir. Apakah Moms pernah bingung mengapa si Kecil menangis?  Menurut buku What To Expect: First Year karya Heidi Murkoff, setiap tangisan bayi berbeda nada dan iramanya. Tangisan merupakan kata-kata yang diucapkan bayi untuk dipahami orang dewasa di sekitarnya. Lalu, bagaimana cara mengenali jenis tangisan bayi yang baru lahir? Berikut penjelasannya.

Jenis Tangisan Bayi

Bayi sedang lapar

Umumnya ditandai dengan tangisan-tangisan pendek dan bernada rendah, yang naik dan turun dengan teratur.

Jenis tangisan seperti ini juga diikuti oleh tanda-tanda bayi lapar: seperti mengecap-ngecapkan bibirnya, mencari-cari puting, atau mengisap jari.

Tentunya bayi ingin bilang, “Mama aku lapar. Cepat berikan susuku!” Disarankan untuk Moms segera susui si Kecil, hal ini karena jika membiarkannya menangis terlalu lama akan membuat perutnya kembung karena ia terlalu banyak “makan angin”. 

Bayi kesakitan

Jenis tangisan bayi ini timbul secara tiba-tiba, akibat dari sesuatu, contohnya ketika disuntik. Tidak hanya itu, tangisan seperti ini juga kencang, terasa memekakkan telinga, dan mempunyai durasi agak lama.

Di antara tangisan, ada beberapa detik jeda napas dengan durasi agak lama, seperti kehabisan napas.

Moms dapat segera periksa kondisi bayi. Hal ini karena mungkin ia kesakitan seperti digigit serangga, atau kulitnya terluka. Atau ia menangis seperti ini karena perutnya sakit atau hal lain yang membuat tubuhnya tidak nyaman. 

Bayi merasa bosan

Jenis tangisan ini diawali dengan suara seperti “guuuuu”, seperti ketika bayi ingin berinteraksi  dengan orang lain. Lalu, tangisnya berubah menjadi kesal, seperti ketika keinginannya tak terpenuhi “mengapa aku dicuekin?”, disertai dengan rengekan.

Tangisan kebosanan ini akan berhenti ketika bayi diangkat atau diajak ngobrol. Hal yang perlu Moms ingat bahwa, bayi juga perlu hiburan. Oleh karena itu, ia akan sangat senang apabila ia digendong atau diajak bermain. Ketika diajak bermain, bayi dapat belajar banyak hal. Moms dapat mencoba mengajak ia tertawa, mengobrol, atau menyanyi. Nantinya ia akan segera belajar juga untuk melakukan hal yang sama.

Bayi kelelahan atau tidak nyaman

Moms mungkin beberapa kali lupa untuk memeriksa kondisi popok bayi. Apabila hal ini terjadi, tidak heran apabila ia menangis kesal karenanya. Apabila mendengar tangisan rengekan sengau yang berlangsung secara terus menerus dan semakin meningkat, umumnya merupakan tanda bahwa bayi merasa tidak nyaman (“aku mau tidur!” atau “Ganti popokku”).

Jenis tangisan dengan pola rengekan nada rendah dan diiringi sikap menolak, seperti memalingkan wajah atau tubuh, bisa berarti bayi ingin bilang bahwa ia lelah dan tidak ingin diganggu lagi. Hal ini umumnya terjadi apabila bayi terlalu banyak mendapat stimulasi, seperti diajak ke tempat ramai dan semua orang mengajaknya bicara atau bermain.

Moms dapat periksa kondisi bayi dan segeralah tolong dirinya agar lebih nyaman. 

Bayi tidak enak badan

Tangisan yang terjadi ketika bayi tidak enak badan umumnya berlangsung dengan lemah dan sengau. Nadanya lebih rendah dibandingkan dengan tangisan kesakitan mendadak atau kelelahan, seolah bayi tidak mempunyai energi untuk menangis lebih kencang lagi.

Tangisan seperti ini umumnya diikuti dengan tanda-tanda perubahan dalam perilaku bayi seperti tidak mau makan, atau demam. Cobalah perhatikan bagaimana bayi menangis. Periksa kondisinya dan segera bertindak untuk menolongnya. 

Apabila bayi demam, segera kompres dirinya. Apabila ia tidak mau minum susu, tetaplah berusaha menyusuinya karena Moms harus menghindari ia mengalami dehidrasi karena menangis terlalu lama sementara ia kekurangan asupan cairan. 

Bayi terkena kolik

Apabila bayi menangis dengan pola tangisan berteriak dan diikuti gerakan menarik kaki ke arah perut, bisa jadi ia terkena kolik. Jenis tangisan bayi karena kolik dapat berlangsung berjam-jam dan umumnya terjadi ketika sore menjelang malam hari. 

Tangis karena kolik biasa dialami bayi di usia 6 minggu dan umumnya akan mereda ketika bayi memasuki usia 3 atau 4 bulan. 

Moms dapat meredakan tangisan karena kolik dengan cara menidurkan bayi dalam posisi tengkurap sehingga perutnya yang sakit terganjal. Moms juga dapat membantu mengeluarkan gas yang terperangkap di saluran pencernaan bayi dengan mengusap perutnya menggunakan tangan yang hangat atau menekuk lututnya hingga ia buang angin. Umumnya, setelah gas di dalam perut keluar, bayi akan tenang dan tertidur.

Nah, itulah beberapa jenis tangisan pada bayi yang baru lahir. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Baca Juga: Penyebab Bayi Menangis serta Apa yang Harus Moms Lakukan

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like