Asupan serat yang mencukupi sejak dini merupakan faktor penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Mendapatkan makanan tinggi serat untuk bayi atau anak merupakan hal yang tidak sulit.

Moms dapat memulai memberikan buah dan sayur untuk bayi atau anak apabila ia sudah bisa mengonsumsi makanan lunak atau menggenggam makanan padat. Apa saja manfaat buah dan sayur bagi bayi dan anak?

Manfaat sayur dan buah untuk bayi dan anak

Beragam nutrisi yang terdapat di dalam buah dan sayur sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi dan anak sampai besar nanti.

Menjaga pencernaan tetap sehat

Sistem pencernaan mempunyai peranan penting dalam tubuh anak atau bayi. Dengan sistem pencernaan yang sehat, nutrisi yang diserap menjadi optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Untuk menjaga sistem pencernaan anak, Moms dapat memberikan makanan tinggi serat seperti yang terdapat dalam sayur dan buah. Moms juga dapat membantu memenuhi asupan serat harian anak dan bayi dengan memberikan susu tinggi serat untuk anak.

Dengan mengonsumsi serat harian sesuai kebutuhan anak, hal ini dapat mendukung kesehatan perutnya. Anak maupun bayi dapat menjadi lebih aktif, ceria, dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan disekitar jika pencernaan mereka sehat.

Meningkatkan asupan gizi

Sayur dan buah mengandung ragam vitamin, mineral, serat, serta nutrisi penting lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau anak.

Seperti, buah stroberi yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, wortel yang mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan matanya, dan bayam yang tinggi zat besi untuk mencegah anemia. Selain itu, buah apel memiliki kandungan 16 macam antioksidan polifenol yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

Jadi, makan buah dan sayur beraneka warna memiliki manfaat untuk menjaga bayi atau anak tetap sehat dan bugar setiap hari.

Mengurangi risiko obesitas

Biasakan untuk memberikan anak cemilan sehat berupa buah dan sayuran segar dibandingkan dengan makanan bergula atau “junk food” agar terhindar dari risiko obesitas atau kegemukan.

Anak yang terlalu gemuk bisa berpotensi mengalami diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, darah tinggi, masalah pernapasan, depresi dan beragam penyakit kronis lainnya di usia dewasa.

Buah dan sayur kaya akan serat yang mengenyangkan, akan tetapi rendah lemak dan kalori sehingga aman untuk dijadikan sebagai cemilan bayi atau anak sehari-hari.

Mendukung prestasi anak di sekolah

Menerapkan pola makan sehat sejak kecil, seperti banyak mengonsumsi buah dan sayur, dapat membantu anak berprestasi lebih baik di dalam sekolah. Anak-anak yang kurang dalam mengonsumsi sayur dan buah cenderung mendapat nilai akademis yang buruk dibandingkan dengan anak yang terbiasa makan makanan berserat tiap hari.

Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan berserat memiliki risiko 41% lebih rendah untuk mengalami kesulitan membaca, dibanding dengan anak-anak lain.

Pastinya ada banyak faktor lainnya yang dapat mempengaruhi prestasi anak di sekolah. Akan tetapi, pemenuhan asupan gizi merupakan hal yang paling penting untuk menjamin prestasi anak menjadi lebih baik.

Baca juga: Buah yang Baik untuk Ibu Hamil dan Calon Bayi

Cara menambahkan buah dan sayur untuk menu makan anak

Agar bayi atau anak selalu sehat dan bugar, Moms perlu menyiapkan menu makan bergizi seimbang yang dilengkapi buah dan sayur setiap hari. Tidak perlu khawatir, ada banyak cara menarik untuk membuat bayi atau anak mau mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah segar.

Berikut beberapa cara yang mudah dan menarik untuk dilakukan di rumah:

  • Berikan potongan pisang, semangka, stroberi, jagung rebus, atau brokoli rebus, sebagai camilan
  • Tambahkan potongan-potongan kecil buah atau sayur ke dalam bubur bayi atau anak
  • Buat smoothie menggunakan buah yang dibekukan
  • Coba untuk membuat menu kebab sayuran untuk makan malam anak
  • Tambahkan potongan jamur, zaitun, atau wortel didalam telur dadar

Perlu diingat bahwa mengonsumsi buah segar tetap lebih baik ketimbang buah yang sudah di jus. Karena, serat dalam buah umumnya hilang ketika di jus dan jus itu sendiri terkadang bisa ditambahkan hingga 6 sendok teh gula sebagai pemanis.

Lalu bagaimana dengan buah kering? Buah-buahan kering seperti aprikot, keripik apel, atau keripik bayam memang masih mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. Akan tetapi, buah kering juga memiliki kandungan banyak gula dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gula yang terdapat dalam buah kering sering lengket dan menempel pada gigi anak.

Apabila Moms ingin memberi camilan buah dan sayur kering untuk bayi atau anak, berikanlah dalam porsi kecil dan pastikan mereka minum segelas air putih setelah mengonsumsi camilan tersebut.

Baca Juga: 6 Buah Pendamping ASI Terbaik

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like